Perjalanan Travel Palembang Lahat Yang Tidak Terlupakan

Lahat dengan potensi baturbaranya yang melimpah, merupakan daerah tujuan pencari kerja favorit di bidang pertambanagan. Tappi bagi saya dan keluarga menyimpan pengalaman yang tidak begitu "enak" berkaitan dengan anak-anak saya menggunakan travel Palembang Lahat. 

Kejadian ini ketika saya dan keluarga mudik ke kampung tapi ongkos tujuan Palembang,  ketika hari Idul Fitri tahun 2012, hari kedua hari lebaran. Saya yang bertugas di salah satu kecamatan di kabupaten Lahat ketika mudik lebaran ini menggunakan mobil Avanza. Melewati jalan perbukitan dan berkelok-kelok sekitar 45 menit dengan supir yang "aduhai" kecepatan mobilnya membuat perut saya dan keluarga mual. Tumben kejadian ini hampir lama tidak saya alami hehehe.

Awalnya kendisi tubuh kami baik-baik saja, saya ajak ngobrol sang supir dengan lagak dan gayanya, sopirnya sengan merokok lagi, padahal istri saya paling tidak suka dengan asap rokok, istri saya duduk di kursi belakang supir lagi. Oh ya saat perjalanan sekitar 1 jam pertama penumpang hanya ada saya dan keluarga jadi jumlahnya sekitar 6 orang termasuk supir travel Palembang Lahat tersebut. Setelah memakan waktu 30 menit kondisi keluarga saya mulai drop wajah mereka mulai pucat, rewel mereka bilang perutnya tidak enak. Sang supir tenang-tenang saja bawa mobilnya dengan kecepatan yang lumayan buat badan kami pontang panting ke kiri dan ke kanan. Saya bantu anak-anak saya sebisa mungkin dengan mengurut badannya, tangannya, tengkuknya dan diusapkan minyak angin. Dibantu juga dengan beri air minum yang cukup.

Setelah memasuki kota Lahat dan mendapat penumpang tambahan perjalanan kami lanjutkan kembali. Nah dalam perjalanan keluar kota Lahat inilah dua anak saya muntah-muntah, mobil avanzanya lajunya tambah kencang bro, apalagi kalau mau melewati kendaraan yang ada di depannya. Kalau jalan si sopirnya rada kesal kalau kendaraan didepannya rada lambat, busyet dah si sopir ini, emang jalan ini milik elo.

Jadi travel Palembang Lahat merupakan perjalanan kami yang terakhir, kapok dah kalau naik mobil dengang supir seperti ini. Kejar setoran tapi tidak memperhatikan kondisi penumpangnya, diomongi dengan cara bercerita ngga nyambung, kalau langsung di kasih tahu ntar kami yang dianggap rewel.

Anda punya cerita yang seperti saya tuliskan, boleh dibagi di kolom komentar dah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar