Epidemi Penyakit Menular Deman Panas Menimpa Keluargaku

Sori bapak-bapak, ibu-ibu, tulisan ini cerita mengenai penanganan anak saya ketika mengalami kejadian yang membuat hati orang tuanya sedih, capak tentu, tapi untuk urus buah hatinya tentu tidak ada kata capek ketika mengalami kejadian epidemi penyakit menular deman panas pada anaknya.

Untuk kejadian yang menimpa anak saya ini, saya masih diperjalanan karena ada sedikit urusan di kota. Tulisan ini pengalaman saya dan istri menangani kejadian anak-anaknya sakit demam panas, ketiak itu anak kedua kami, perempuan mengalami demam panas tinggi, sering keluar kotoran pada matanya, kami tunggu tiga hari ternyata obat penurun panas (parasetamol) tidak terlalu berfungsi, akhirnya kami putuskan untuk menanggil bidan kesehatan, dicek dan pendapatnya deman panas dengan epidemi menular. Untuk melakukan penyembuhan ini sampai menunggu dua minggu baru anak kami ini sembuh. Kepenatan menimpa kami ketika menangani anak perempuan kami yang sakit ini, maklum lumayan rewel, siang malam, saat itu termasuk yang kami lakukan adalah rutin meminta anak kami untuk minum air putih. Oh ya umurnya hampir empat tahun.



Dalam masa penanganan anak kami yang kedua ini, demam panas pun menimpa anak kami yang pertama, laki-laki umur sekitar 5 tahun. Nah yang ini rada rewel, kejadiannya pun hampir sama seperti adiknya kemarin, saat kakaknya terkena demam panas ini, adiknya yang paling kecil,, perempuan terkena demam panas, dan bahkan lebih parah, hampir-hampir rencana mau di bawa ke rumah sakit.

Bedanya untuk kakak dan adik yang paling kecil ini kami bawa ke dokter untuk penangan lebih lanjut, dan saat pengurusan kakak dan adik ini, saya dan istripun hampir mengalami epidemi penyakit menular deman panas badan kami berdua panas dingin dengan keluar kotoran mata yang banyak karena dari sakit yang diderita ini sekitar sebulan anak-anak kami sehat, dan memerlukan beberapa minggu untuk betul-betul sehat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar